Skip to content

Semua Pun Latah Membangun Klaster…

September 6, 2012

BEKASI, KOMPAS.com — Realestate Indonesia Bekasi (REI Bekasi), Jawa Barat, mencatat permintaan rumah tinggal di wilayah setempat terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Para pengembang perlu memanfaatkan kondisi ini untuk membangun perumahan nyaman bagi warga Bekasi.

“Sepertinya permintaan rumah akan terus meningkat hingga beberapa tahun ke depan. Karena Jakarta sudah padat, wilayah penyangga seperti Bekasi menjadi alternatif,” ujar Pengurus Bidang Komunikasi REI Bekasi, Tuti Mugiastuti, di Cikarang, Selasa (4/9/2012).

Ia mengatakan, keterbatasan lahan di lokasi strategis tidak menghalangi minat masyarakat memiliki rumah. Terlebih lagi, rumah tersebut berada di lokasi yang mudah diakses sehingga sangat berpengaruh pada harga.

“Masyarakat dengan penghasilan pas-pasan tentu akan memilih rumah yang harganya terjangkau, walaupun akses utamanya menuju pusat kota jauh,” ujarnya.

Secara terpisah, Arief Maulana, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang Dinas Tata Kota Bekasi, mengatakan bahwa permukiman berkonsep klaster di Bekasi meningkat pesat dalam kurun setahun terakhir.

“Setiap bulan selalu ada tren dari pengembang untuk memanfaatkan lahan yang tanggung sebagai perumahan klaster agar meningkatkan harga jual,” ujarnya.

Demam klaster

Menurut dia, menjamurnya pembangunan perumahan klaster karena belum ada aturan main yang membatasi batas minimum lahan. Selain itu, kawasan klaster tidak memerlukan modal besar, tetapi bisa dijual dengan harga tinggi yang tergantung pada penataan lingkungannya.

Arief mengatakan, lahan ideal untuk pembangunan klaster minimal 3.000 meter persegi. Namun pada kenyataannya, ada saja masyarakat yang mendirikan klaster walau hanya dengan lima rumah.

Setiap bulannya, kata dia, Dinas Tata Kota menerima ratusan permohonan izin perumahan dengan konsep lahan minim. Menurut dia, konsep ini tengah menjamur di sejumlah kawasan padat penduduk yang memiliki tata kota yang sudah baik, seperti di kawasan Bekasi Timur dan Bekasi Selatan.

“Biasanya para pengembang hanya memanfaatkan lahan-lahan kecil untuk permukiman klaster dan akses strategis minimal dekat dengan tol,” katanya.

From → Informasi Umum

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: